Kehidupan
setiap manusia memang tidak jauh dari konflik, baik konflik dari dalam diri
maupun konflik dari luar diri sendiri, kemampuan manusia yang hampir mampu
beradaptasi dalam segala hal nyatanya masih memiliki keterbatasan.Salah satu
keterbatasan manusia tersebut ialah bersatu, berlaku adil, hingga penyatuan
persepsi yang memang sudah pasti memiliki tingkat pemahaman yang berbeda dari
setiap individunya.
Mengenai
konflik, SARA hingga menyangkut ke persoalan politik sudah dapat kita amati
bersama betapa sensitifnya permasalahan mengenai hal tersebut. Telah
bertahun-tahun lamanya sebelum bangsa Indonesia sendiri merdeka, permasalahan
ini telah banyak terjadi, seakan muncul lapisan-lapisan masyarakat yang
beranggapan bahwa suku,ras, maupun agama merekalah yang lebih tinggi dan agung.
Hal ini tentunya tidak dapat diterima oleh masyarakat lainnya yang memiliki
penafsiran berbeda, yang dalam kaitan ini ialah SARA dari pihak lain, bukankah
salahsatu hakikat setiap manusia adalah berlomba dan menginginkanyang terbaik
dalam hidupnya ?maka dengan jelas saya mengatakan “ya” pada pertanyaan tersebut.
Politik
yang baik dalam suatu negara akan sangat berpengaruh dalam setiap kebijakan dan
pembangunan sebuah negara pada masa depan. Namun tidak jauh berbeda seperti
konflik SARA, konflik politik pun menyebabkan berbagai kekacauan yang kadangkala
menyangkut kedalam hal-hal SARA, bisa jadi karena ada beberapa pihak dari orang
yang ada pada tempat tersebut memiliki sikap chauvimisme, atau pun seolah membela salah satu SARA yang lain
padahal tujuan sebenarnya ialah ingin mendapatkan simpati demi memperoleh
kekuasaan yang diinginkannya. Kebobrokan mental penguasa di negeri ini telah
rakyat ketahui bersama, kasus korupsi yang berlarut-larut, konflik internal
kepemerintahan, kebijakan yang aneh, dan hal aneh-aneh lainnya telah banyak
terjadi.
Jelas
sekali bahwa diadakannya sebuah “Hukum” yang mengatur segala ketentuan untuk
mencapai kerukunan dan ketertibanbersama, namun apalah arti semua hukum yang
tertulis dalam Undang-Undang yang telah dibuat bila masih banyak pelanggaran
yang terjadi.Kasus yang telah terjadi diluar negeri menyangkut SARA telah
berlarut-larut adanya, seakan tidak bisa lepas dalam daftar persoalan di dunia,
termasuk permaslahan politik di berbagai negara.
Perlu
adanya kontrol sosial yang kuat untuk menjaga dan meminimalisir permasalahan
SARA, keadilan dan sikap yang tegas juga perlu diterapkan untuk menjaga
stabilitas dari masyarakat yang multikultur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar