Senin, 05 Mei 2014



KETERBATASAN ILMU PENGETAHUAN

Ilmu merupakah suatu hal yang berharga yang dimiliki manusia sebagai pendukung untuk berlangsungnya kehidupan manusia,berbagai kemudahan juga dapat diperoleh dengan adanya ilmu karena manusia dapat menciptakan berbagai alat untuk membantu aktifitas manusia itu sendiri.Zaman yang semakin maju membuat ilmu pengetahuan semakin meraja,semakin banyak pula umat manusia yang berbondong-bondong mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan seakan hidupnya dapat terpenuhi dengan menggunakan ilmu.Namun dapat kita akui bersama bahwa ilmu pengetahuan tidaklah sempurna,masih cukup banyak fenomena didunia ini yang belum terjawab oleh ilmu,masih banyak pula peristiwa-peristiwa yang sangat sukar diteliti menggunakan ilmu,mungkin memang ilmu ya Cuma segitu.Apa daya saat manusia menghadapi sebuah peristiwa baru yang mungkin ilmu itu sendiri tak mampu menjelaskannya,sebagai contoh adalah kasus pesawat MH370 yang hilang entah kemana dan saat ini masih belum diketahui keadaannya,dan juga kasus erupsi gunung merapi,kemudian juga  peristiwa Tsunami yang selalu berpotensi mengancan apabila ada pergerakan dari lempeng bumi.
Dengan ilmu manusia dapat mewujudkan berbagai hal yang sebelumnya hanyalah khayalan,kisah Wright bersaudara dapat dijadikan contoh,dimana mereka menciptakan sebuah pesawat untuk terbang,hal yang sebelumnya merupakan sebuah khayalan belaka,namun dengan itu munculah suatu jalan untuk meraihnya.Namun belakangan cukup banyak ilmu pengetahuan yang disalahgunakan,seperti untuk memicu perang,membuat senjata mematikan,cyber crime,dan masih banyak lagi,manusia seakan lupa dengan tuhan dan lingkungan sekitarnya,bahkan untuk sekedar mengingat teman masa kecil saat mereka bermain mungkin saja lupa.Berawal dari ilmu pengetahuan,rajin pangkal pandai,pandai pangkal kaya,kaya dekat dengan berkuasa,dan sebagainya.Mungkin hal itulah yang sering membuat mereka lupa,sudah selayaknya manusia bersikap bijak dan menggunakan nalarnya dengan lebih baik lagi,agar kehidupan yang damai dapat tercapai.

Jumat, 02 Mei 2014



MAU SUKSES ? TIDAK ADA YANG SINGKAT

Sesuatu yang kita inginkan memanglah membutuhkan berbagai proses untuk mendapatkannya,bahkan untuk sekedar makan ketika lapar ataupun menghirup udara membutuhkan proses untuk mendapatkan manfaatnya.Ketika seseorang dihadapkan dengan permasalahan yang ada pada dirinya maupun lingkungan sekitarnya,maka orang tersebut memperlukan proses untuk menyelesaikannya.Disaat kita memiliki sebuah cita-cita,beberapa prosespun harus kita lewati sebagai langkah untu maju kedepan dan meraih cita-cita yang kita inginkan,dalam perjalanan meraihnya tentunya akan ada berbagai kesulitan yang dihadapi seperti kejenuhan,tidak percaya diri,lelah,letih,bahkan putus asa,hal tersebut memang wajar terjadi karena memang tidak ada kesuksesan yang diperoleh dengan instan dan tidak ada sebuah kesuksesan yang besar jika tidak berawal dari beberapa kesuksesan yang kecil,dari beberapa kesuksesan yang kecil itulah sedikit demi sedikit kita kumpulkan hingga pada akhirnya telah cukup banyak hal yang telah kita lakukan dan barulah kita mendapat apa yang kita inginkan.Selanjutnya dibutuhkan konsistensi dalam menjalankan rencana atau strategi yang telah kita rencanakan untuk mendukung dan mengatur langkah kita dalam melakukan sesuatu,sehingga kita perlu bekerja keras untuk itu.Selain bekerja keras ,adapula beberapa hal yang membantu kita dalam meraih apa yang selama ini kita inginkan seperti kawan sejalan,dukungan dari orang tua,dan tentunya tuhan yang memberi kita cukup banyak kesempatan untuk berusaha setiap waktu.Dari bantuan merekalah salahsatunya yang membuka jalan bagi kita untuk meraih kesuksesan,maka sudah selayaknya kita tidak melupakan orang yang berada disekitar kita dan tidak menyombongkan diri disaat kita sedang berada diatas,karena sungguh hidup itu bagaikan roda yang berputar,bahkan Lionel Messi,Isaac Newton,dan Michael Jackson  yang merupakan orang besar dan terpandang pernah mengalami masa-masa tersulitnya sebagai bintang.

"Ketika kita berusaha semaksimal mungkin,dan tetap menjaga konsistensi diri serta rasa sabar dalam menjalankan sesuatu,maka akan ada hasil dari kesabaran itu"

Rabu, 30 April 2014



PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK
(bahan renungan)
Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:
“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.
Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.
Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.
Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.
Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.
Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.
Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.
Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.
Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.
Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.
Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.
Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.
Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.
Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.
Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

sumber:  https://www.facebook.com/photo.php?fbid=644773788932784&set=a.132314496845385.32342.100002005062659&type=1&theater